Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mendorong insan pers untuk berperan aktif dalam menjalankan fungsi pengawasan selama proses pemilihan rektor untuk periode 2026–2030. Keterlibatan media dianggap penting untuk menjaga transparansi dan mencegah potensi kecurangan dalam pemilihan ini.
Dalam konferensi pers peluncuran Pemilihan Rektor periode 2026–2030, rektor ITERA menegaskan perlunya peran media dalam mengawasi seluruh tahapan pemilihan. Keterbukaan ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan integritas dari proses pemilihan tersebut.
Pentingnya Keterlibatan Insan Pers
Kehadiran media dalam proses pemilihan rektor bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah keharusan. Rektor ITERA menyatakan bahwa media memiliki peran penting dalam mengawasi dan mendampingi seluruh tahapan pemilihan. Dengan demikian, harapannya adalah proses pemilihan dapat berlangsung transparan dan objektif. Menurutnya, kehadiran media juga akan mendorong pihak internal kampus untuk menjaga nilai-nilai yang berlaku.
Data menunjukkan bahwa keterlibatan media dalam berbagai proses pemilihan di institusi akademis di berbagai negara seringkali berdampak positif. Hal ini dikarenakan publikasi yang luas dan pengamatan ketat dapat mengurangi potensi manipulasi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses tersebut.
Strategi Pengawasan dan Akuntabilitas
Keterbukaan informasi menjadi komitmen utama dalam penyelenggaraan pemilihan rektor. Ketua Senat ITERA menjelaskan bahwa pihaknya secara konsisten menjalin koordinasi dengan biro hukum untuk memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan. Dengan sinergi antara senat, biro hukum, dan media, diharapkan potensi konflik kepentingan dapat diminimalisir.
Lebih jauh, Ketua Panitia Pilrek menjelaskan tahapan penjaringan bakal calon rektor yang akan dimulai dengan proses pendaftaran dan pengumpulan berkas. Pengawasan media selama tahapan ini diharapkan dapat menjaga keadilan dan kejujuran, serta mendorong calon rektor untuk menyampaikan visi dan misi mereka secara jelas kepada publik.
Tahapan pemilihan ini akan meliputi seleksi administrasi dan pemaparan visi misi yang melibatkan berbagai pihak dari kementerian pendidikan tinggi. Pada akhir proses, senat akan menetapkan tiga calon rektor, sebelum akhirnya memilih satu rektor terpilih melalui mekanisme pemungutan suara yang melibatkan senat dan kementerian.
Dari semua tahapan ini, sangat jelas bahwa kontrol publik melalui pemberitaan media dapat memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan pemilihan. Dengan demikian, diharapkan seluruh pihak dapat menjaga integritas selama proses pemilihan berlangsung.
Melalui strategi ini, ITERA tidak hanya berupaya untuk memilih pemimpin yang kompeten, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tersebut. Dengan melibatkan semua pihak, dari insan pers hingga stakeholder pendidikan, proses pemilihan rektor diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memiliki legitimasi yang kuat.







