Pendidikan adalah fondasi bagi kemajuan suatu daerah. Belakangan ini, banyak institusi pendidikan yang berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah masing-masing, termasuk di Provinsi Lampung. Salah satu inisiatif terkini adalah gelar wicara yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), yang bertajuk Kolaborasi Berkelanjutan untuk Pendidikan di Lampung yang Berdampak dan Berdaya Saing Global.
Gelar wicara ini bukan hanya sekadar acara formal, tetapi juga merupakan platform untuk membahas tantangan dan solusi pendidikan yang relevan. Di tengah tantangan global saat ini, kolaborasi antar institusi dan sektor sangat diperlukan demi menghasilkan rekomendasi kebijakan yang adaptif dan inovatif.
Peran Strategis Gelar Wicara dalam Pendidikan
Gelar wicara yang diadakan pada 29 Januari 2026 ini adalah bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-58 FKIP Unila. Kegiatan ini mempertemukan 24 guru besar yang aktif mengajar dan melakukan penelitian, memberikan mereka ruang untuk mengungkapkan pandangan kritis terhadap keadaan pendidikan saat ini. Dalam forum ini, Rektor Unila memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut, menekankan bahwa forum ini berpotensi menjadi ruang dialog strategis yang menghasilkan rekomendasi kebijakan pendidikan yang solutif.
Tidak hanya menghasilkan rekomendasi, gelar wicara ini juga diharapkan dapat menjadi cikal bakal gerakan positif dalam penguatan pendidikan daerah. Mengingat pentingnya integrasi derajat pendidikan dengan kebutuhan masyarakat, diskusi yang berlangsung berupaya menghadirkan gagasan-gagasan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
Implementasi Program Pengembangan Daerah melalui Pendidikan
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unila juga memperkenalkan program inovatif bertajuk Guru Besar Mulang Tiyuh. Program ini bertujuan mendorong para guru besar untuk terlibat langsung dalam pembangunan di daerah asal masing-masing. Langkah ini dijadikan sebagai upaya untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan berbasis pendidikan memiliki dasar ilmiah yang kuat serta arah yang terukur.
Sebagai tahap awal, dua daerah, Pringsewu dan Pesawaran, dipilih untuk menjadi lokasi percontohan. Melalui keterlibatan guru besar dalam program ini, diharapkan pendidikan di daerah tersebut tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik yang mampu menjawab tantangan nyata yang dihadapi komunitas. Ini menjadi langkah penting dalam membangun sinergi antara akademik dan masyarakat.
Program pengembangan ini diadaptasi dari konsep Guru Besar Pulang Kampung yang telah terbukti efektif di beberapa institusi lain. Melalui inisiatif ini, Unila berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang berkelanjutan, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Harapannya, setiap program yang dijalankan mampu memberikan dampak positif pada kualitas pendidikan di daerah dan melahirkan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan global.
Selain itu, dalam upaya mendukung pengembangan pendidikan, FKIP Unila juga meluncurkan buku Bunga Rampai Pemikiran Strategis Guru Besar FKIP Universitas Lampung bagi Peningkatan Mutu Pendidikan di Lampung. Buku ini menyajikan berbagai pemikiran dan gagasan strategis para guru besar, sebagai kontribusi nyata yang diharapkan dapat memberikan pengaruh signifikan pada kualitas pendidikan di provinsi ini.







