Real Madrid berhasil meraih kemenangan penting saat melawan Benfica dalam laga leg pertama babak play-off Liga Champions 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Estadio da Luz menyaksikan tim tamu menang tipis 1-0 melalui gol dari Vinicius Junior.
Kemenangan ini bukan hanya menjadi balasan bagi Real Madrid setelah kalah 2-4 dari Benfica pada Januari lalu, tetapi juga menampilkan drama yang menarik, termasuk insiden terkait protokol anti-rasisme dan kartu merah untuk pelatih tuan rumah.
Analisis Pertandingan: Tekanan Sejak Awal
Sejak sepak mula, Benfica menunjukkan determinasi dengan menekan Real Madrid. Pelatih tuan rumah menginstruksikan timnya untuk agresif, berusaha mengulangi kesuksesan sebelumnya. Peluang emas pertama hadir di menit ke-16 melalui sundulan Tomas Araujo, tetapi upayanya digagalkan oleh kiper Real Madrid, Thibaut Courtois.
Setelah menghadapi tekanan berat, Real Madrid mulai menemukan ritme permainan. Beberapa kesempatan oleh Arda Guler dan Kylian Mbappe menghasilkan tembakan jarak jauh yang cukup merepotkan bagi kiper Benfica, Anatoliy Trubin. Meskipun ada ketegangan di lapangan, kedudukan tetap imbang 0-0 hingga babak pertama berakhir.
Gol Penentu dan Insiden di Lapangan
Pada menit ke-50, gol yang ditunggu akhirnya tercipta. Dalam sebuah serangan balik cepat, Kylian Mbappe memberikan assist yang sempurna kepada Vinicius Junior. Melalui aksi individu, Vinicius melepaskan sepakan melengkung yang tidak mampu dijangkau Trubin. Gol ini menjadikan skor 1-0 untuk Real Madrid.
Setelah gol ini, suasana pertandingan semakin memanas. Vinicius Junior melaporkan adanya dugaan ujaran rasisme dari Gianluca Prestianni, pemain muda Benfica, yang memicu ketegangan. Wasit terpaksa menghentikan pertandingan selama 10 menit untuk mematuhi protokol anti-rasisme dari UEFA.
Drama tidak berhenti di situ, tension terus meningkat menjelang akhir pertandingan. Pelatih Benfica, Jose Mourinho, terlibat adu argumen dengan staf pelatih Real Madrid. Akibat protes yang berlebihan, ia diusir dari lapangan dengan kartu merah di menit ke-85, menambah kesan dramatis pada laga ini.
Persiapan Menyambut Leg Kedua di Bernabeu
Walau Benfica terus menekan di masa injury time, pertahanan Real Madrid yang solid, dikomandoi Antonio Rudiger, berhasil menjaga clean sheet. Hasil 1-0 ini menjadi modal penting seiring persiapan mereka menjamu Benfica di leg kedua di Santiago Bernabeu pada 26 Februari 2026.
Dengan hasil ini, Real Madrid hanya memerlukan skor imbang di kandang sendiri untuk memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions. Sebaliknya, Benfica harus mengejar kemenangan dengan selisih dua gol tanpa kehadiran Mourinho, yang tentunya menjadi tantangan tersendiri.
Susunan Pemain:
Benfica (4-2-3-1): Anatoliy Trubin; Amar Dedic, Tomas Araujo, Nicolas Otamendi, Samuel Dahl; Leandro Barreiro, Fredrik Aursnes; Gianluca Prestianni, Rafa, Andreas Schjelderup; Vangelis Pavlidis.
Real Madrid (4-4-2): Thibaut Courtois; Trent Alexander-Arnold, Antonio Rudiger, Dean Huijsen, Alvaro Carreras; Arda Guler, Federico Valverde, Aurelien Tchouameni, Eduardo Camavinga; Kylian Mbappe, Vinicius Junior.






