Universitas Lampung (Unila) menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana, khususnya banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Dalam upaya ini, Unila telah menyalurkan bantuan tunai tahap pertama kepada tiga universitas mitra di wilayah tersebut.
Bencana alam tidak memandang bulu, dan dampaknya terasa di berbagai sektor. Universitas Lampung mengambil inisiatif untuk menyediakan bantuan yang sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya masyarakat yang terdampak. Dengan total dana sebesar Rp60 juta yang dihimpun melalui Posko Unila Peduli Korban Bencana Banjir Sumatra, tujuan utama dari penggalangan dana ini adalah untuk memberikan dukungan dan meringankan beban mereka yang terkena musibah.
Bantuan Tunai Sebesar Rp20 Juta untuk Masing-Masing Universitas
Dalam penyaluran bantuan ini, Unila telah mengalokasikan Rp20 juta untuk masing-masing universitas mitra, yaitu Universitas Teuku Umar di Aceh, Universitas Sumatera Utara di Medan, dan Institut Seni Indonesia Padangpanjang di Sumatra Barat. Ini adalah langkah strategis yang diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat di daerah yang terpengaruh. Rektor Unila, Prof Dr Ir Lusmeilia Afriani, menegaskan pentingnya dukungan cepat dalam situasi darurat semacam ini.
Melalui surat resmi bernomor 16743/UN26/KU/2025, Rektor Lusmeilia menyampaikan rincian mengenai penyaluran dana bantuan tersebut. Ia juga menekankan bahwa Unila akan terus membuka penggalangan dan penyaluran bantuan dalam beberapa tahap, sejalan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.
Persiapan Tim Medis untuk Tugas Kemanusiaan
Selain bantuan finansial, Unila juga melibatkan sivitas akademika dalam kegiatan kemanusiaan. Sebanyak 12 tenaga medis dari Fakultas Kedokteran Unila telah diberangkatkan ke Tamiang, Aceh, untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang terpaksa menderita akibat bencana ini. Dalam misi ini, tim medis terdiri dari dua dokter umum, satu dokter spesialis, satu bidan, dua perawat, dan enam mahasiswa koas. Mereka membawa perlengkapan pemeriksaan dasar dan obat-obatan untuk menangani berbagai keluhan kesehatan.
Rektor Lusmeilia berharap para dokter ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik, memberikan manfaat dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan bimbingan serta pengalaman, diharapkan tim medis ini bisa mengatasi masalah kesehatan yang muncul setelah bencana, seperti penyakit kulit dan gangguan saluran pernapasan yang umum terjadi dalam situasi pasca-banjir.
Tidak hanya itu, Unila juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi melalui donasi barang, termasuk makanan instan, pakaian, serta perlengkapan ibadah. Dengan menyediakan kanal donasi yang berbasis QRIS, Unila memungkinkan semua elemen sivitas akademika dan masyarakat untuk turut serta dalam upaya kemanusiaan ini.
Melalui langkah-langkah tersebut, Unila menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam hal akademis, tetapi juga dalam tanggung jawab sosial yang tinggi. Dukungan finansial dan bantuan langsung semacam ini menciptakan rasa empati dan kebersamaan yang kuat, memperlihatkan bahwa saat bencana melanda, solidaritas komunitas sangatlah penting.







