Kejaksaan Negeri telah memulai program besar yang bertujuan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dengan memastikan 114.447 warga Mesuji memiliki akta nikah. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan bernama “Jabat Erat” yang telah diresmikan pada tanggal 10 September 2025. Kegiatan ini menandai komitmen kuat dari berbagai instansi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen hukum ini.
Fakta menarik, akta nikah bukan hanya sekedar dokumen tetapi juga sangat penting dalam melindungi hak sipil pasangan suami istri. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat menyadari betapa pentingnya memiliki akta nikah untuk stabilitas kehidupan mereka. Seberapa banyak kita memikirkan legalitas hubungan kita dalam konteks sosial dan hukum?
Program Jabat Erat: Langkah untuk Kesejahteraan Masyarakat
Program ini adalah hasil kolaborasi antara beberapa lembaga, seperti Pemkab Mesuji, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, Baznas, dan berbagai perusahaan lokal. Kepala Kejari Mesuji, Sefran Haryadi, menekankan bahwa program ini bukan hanya upaya untuk memberikan kepastian hukum namun juga untuk memenuhi hak sipil masyarakat. Hari pertama program ini telah melihat 30 pasangan yang berpartisipasi, dan rencananya kegiatan ini akan berlangsung secara terus-menerus.
Berdasarkan pengamatan, keberadaan program ini bisa memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat. Banyak yang tidak menyadari bahwa dokumen akta nikah sangat penting tidak hanya untuk keperluan administratif tetapi juga sebagai bentuk pengakuan dan legitimasi dalam masyarakat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang memiliki akta nikah cenderung memiliki hubungan yang lebih stabil dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki legitimasi hukum.
Pendanaan dan Manfaat Program untuk Warga
Sumber dana untuk program ini berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dikelola melalui Baznas Mesuji. Anggaran tersebut mencakup biaya pendaftaran isbat nikah, pengadaan konsumsi bagi peserta dan saksi, serta penyewaan tenda untuk pelaksanaan acara. Sefran menyatakan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan adalah untuk kepentingan masyarakat dan sisa dana akan kembali digunakan untuk program-program di masa mendatang.
Sidang isbat pernikahan yang menjadi bagian integral dari program “Jabat Erat” berlangsung di halaman Kantor Kejari Mesuji. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti acara ini terlihat sangat tinggi. Mereka datang tidak hanya untuk memenuhi syarat hukum tetapi juga merasakan kehangatan dalam komunitas. Ini menunjukkan bahwa program tidak hanya berfungsi secara administratif tetapi juga memperkuat ikatan sosial diantara warga.
Program “Jabat Erat” diharapkan dapat berlanjut dan mencapai target yang telah ditetapkan. Melihat semangat masyarakat yang begitu besar, harapan untuk masyarakat Mesuji menjadi lebih tertib secara hukum, serta mendapatkan pengakuan resmi atas pernikahan mereka menjadi semakin nyata. Akhirnya, kesadaran hukum di kalangan warga tentunya akan membawa banyak perubahan positif di masa depan.







