Keluarga dari almarhum Pratama Wijaya meminta pihak kepolisian segera menetapkan tersangka dalam kasus yang menimpa putra mereka. Pratama adalah peserta Pendidikan Dasar (Diksar) yang diselenggarakan oleh suatu organisasi di Universitas. Permintaan ini muncul setelah kasus terkait Pratama memasuki tahap penyidikan, di mana banyak saksi telah diperiksa, termasuk panitia, alumni, dan tenaga medis.
Menurut kuasa hukum keluarga, proses ini berjalan lambat dan mereka berharap ada kejelasan secepatnya. Ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk keterangan dan tindakan yang adil, apalagi jika mengingat kompleksitas dan dampak sosial dari insiden tersebut.
Proses Penyidikan dan Keterlibatan Keluarga
Keluarga almarhum telah aktif terlibat dalam proses penyidikan, bahkan hadir dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi Diksar yang berlangsung. Dalam olah TKP tersebut, hadir pula panitia dan mahasiswa lain yang terlibat dalam kegiatan. Hasil dari olah TKP ini sangat penting untuk mengungkap posisi dan peran masing-masing individu yang ada di lokasi saat kejadian, sehingga bisa memperjelas suspect dan mendapatkan keadilan bagi korban.
Salah satu poin penting yang terungkap dalam investigasi adalah adanya beberapa pos kegiatan di mana peserta diduga mengalami hukuman fisik. Saksi menyatakan bahwa terdapat penamparan, paksaan masuk ke lumpur, hingga hukuman fisik yang lebih keras. Penganiayaan ini tidak hanya dialami oleh Pratama, tetapi juga oleh peserta lain seperti Sukril Jamal, yang mengalami tindakan kasar dalam bentuk yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa insiden ini memiliki dampak luas yang melibatkan banyak individu.
Strategi Ke Depan dan Harapan Keluarga
Strategi ke depan untuk mencapai keadilan adalah tuntutan agar penyidikan dapat menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan transparan. Polri berkomitmen untuk mengungkap kebenaran dari peristiwa ini. Pengambilan fakta di lapangan, serta hasil ekshumasi jenazah Pratama, akan menjadi kunci untuk menyimpulkan proses hukum yang lebih luas.
Keluarga berharap agar pihak berwenang membawa keadilan kepada mereka yang terlibat, mengingat betapa berharganya nyawa dan masa depan seorang mahasiswa. Melihat berbagai sidang dan tampuk kepemimpinan, diharapkan semua pihak memperhatikan kasus ini dengan serius. Ini akan menjadi pelajaran penting bagi berbagai organisasi pendidikan di mana insiden serupa harus dihindari demi keselamatan peserta di masa mendatang.
Dengan tuntutan untuk transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum, diharapkan agar semua pihak yang terlibat dalam kasus ini dapat segera mendapatkan kejelasan dan keadilan. Mengingat dampak dari insiden ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga tetapi juga oleh masyarakat luas, sangat penting bagi semua pihak untuk tetap waspada dan saling mendukung dalam mencari keadilan yang sebenarnya.







