Universitas Lampung (Unila) terus berkomitmen untuk mengedepankan peran perguruan tinggi dalam pelestarian budaya lokal dan pengembangan ekonomi kreatif. Melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Menggali Kearifan Lokal dalam Digitalisasi Tata Busana Kelampungan: Inovasi Seni Nusantara di Era Modern”, Unila berkolaborasi dengan PKBM Putri Anyelir Telukbetung. Kegiatan ini berlangsung di Bandar Lampung.
Di bawah pimpinan dosen FKIP Unila, Rangga Firdaus, program ini menjadi suatu upaya nyata untuk mengangkat kekayaan budaya Lampung agar dapat bersaing di kancah nasional maupun global, kini dengan memanfaatkan pendekatan digital.
Pentingnya Digitalisasi dalam Budaya Lokal
Digitalisasi menjadi salah satu pilar utama dalam pelatihan yang diadakan, di mana peserta mendapat pembekalan keterampilan desain busana berbasis digital dengan menggunakan perangkat lunak terkini. Di sini, mereka diajak untuk mengeksplorasi elemen budaya khas Lampung, seperti motif tapis dan songket, lalu mengkombinasikannya dengan tren fashion mutakhir. Melalui cara ini, mereka dapat menciptakan desain yang tidak hanya sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi juga tetap menikmatikan nilai-nilai budaya lokal.
Dengan mengadopsi teknologi digital dalam proses kreatif, para peserta tidak hanya dapat meningkatkan kualitas desain mereka, tetapi juga berpotensi untuk mendapatkan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Lampung. Seperti yang diungkapkan oleh Rangga, setiap inovasi tidak hanya mempengaruhi karya seni, tetapi juga mempengaruhi aspek pemasaran, di mana pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce bisa memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional.
Strategi Pemasaran melalui Teknologi Digital
Penting untuk dicatat bahwa digitalisasi ini tidak hanya sebatas pada produksi desain, tetapi juga merambah ke strategi pemasaran yang lebih cerdas. Dalam era digital ini, pemanfaatan platform online telah membuka berbagai peluang. Dengan demikian, produk busana Lampung dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi tanpa kehilangan akar budaya mereka. Teknologi digital memberikan ruang yang luas bagi produk lokal untuk dipromosikan secara lebih efektif dan lebih jauh.
Partisipasi dalam pameran seni busana yang menjadi puncak kegiatan pelatihan ini menawarkan kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan hasil karya mereka. Berbagai desain memadukan elemen modern dengan ornamen tradisional Lampung, menciptakan harmoni antara tradisi dan inovasi yang sangat menarik perhatian publik.
Mardiana Putri, pimpinan PKBM Putri Anyelir, mengungkapkan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh Unila. Ia mencatat, kerja sama ini sangat penting dalam meningkatkan kapasitas para pelaku usaha kecil di bidang fashion, sebagai salah satu unsur penting dalam perekonomian lokal.
Dukungan Lintas Sektor untuk Pengembangan Kreativitas
Program pengabdian masyarakat ini mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Dukungan tersebut berupa Hibah Pengabdian Seni Inovasi Nusantara di bidang Sosial Humaniora 2025. Rangga berharap bahwa kegiatan ini dapat menciptakan ekosistem yang berkelanjutan yang menghubungkan budaya lokal dengan peluang ekonomi kreatif di tingkat global.
Dengan inovasi dan kolaborasi lintas sektor, visi Rangga adalah menjadikan Lampung sebagai salah satu pusat kreativitas fashion berbasis budaya Nusantara. Pada akhirnya, harapannya adalah bahwa nilai-nilai tradisional tidak hanya akan terus dilestarikan, tetapi juga akan beradaptasi dan berkembang dalam konteks yang lebih modern.







