Lampung menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 jika Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kendala. Langkah ini sebagai tanggapan terhadap opsi kolaborasi tuan rumah PON 2028 yang ditawarkan oleh Pemerintah Provinsi NTT.
Kesiapan Lampung menjadi perhatian menarik. Dengan infrastruktur yang sudah memadai, provinsi ini mampu menyelenggarakan PON tanpa perlu melakukan pembangunan besar yang bisa membebani anggaran.
Kesiapan Infrastruktur untuk PON 2028
Lampung memiliki berbagai fasilitas olahraga yang telah siap digunakan. Data menunjukkan bahwa venue-venue yang ada telah digunakan untuk berbagai kejuaraan tingkat nasional dan regional sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Lampung memiliki pengalaman yang cukup untuk menggelar acara besar.
Riagus Ria, Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, menyatakan bahwa kesiapan infrastruktur ini adalah faktor penting untuk menjaga kualitas dan reputasi PON. Dalam pandangannya, Lamung tidak hanya siap wacana, tetapi memiliki basis yang kuat dalam hal fasilitas dan pengalaman dalam pembinaan atlet.
Strategi Kolaborasi Lampung-Banten
Lampung dan Banten sebelumnya telah mengusulkan kolaborasi untuk menjadi tuan rumah PON 2032. Namun, situasi terbaru ini telah membuka kesempatan bagi Lampung untuk berperan lebih awal di PON 2028. Kolaborasi ini dianggap sebagai solusi yang sangat realistis untuk mengatasi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan PON.
Riagus menekankan pentingnya kolaborasi antara daerah. Dengan berbagi tanggung jawab dalam hal anggaran dan teknis, kedua provinsi dapat memenuhi semua kebutuhan penyelenggaraan dengan lebih efisien. Ini selaras dengan kebijakan pemerintah untuk efisiensi nasional.
Bukan hanya soal efisiensi, tetapi mereka percaya bahwa menjadi tuan rumah PON dapat memberikan dampak yang signifikan, seperti peningkatan pembinaan atlet dan ekonomi daerah. Kesiapan ini juga dapat memacu percepatan pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga.
Dari sisi pengembangan daerah, PON juga menjadi sarana untuk meratakan pembangunan olahraga di luar Pulau Jawa, dan Lampung berharap bisa berkontribusi secara signifikan. Dalam pandangan mereka, semua persiapan dan kesiapan ini bukan sekadar ambisi belaka, tapi merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat posisi Lampung dalam olahraga nasional.
Meskipun demikian, keputusan akhir mengenai siapa yang akan menjadi tuan rumah PON tetap berada di tangan Pemerintah Pusat dan KONI Pusat. Lampung siap mengikuti seluruh proses dan mekanisme yang telah ditetapkan.
Dengan segala persiapan yang dilakukan, Lampung menunjukkan keseriusannya untuk mengambil peran dalam penyelenggaraan PON. Provinsi ini siap memberikan kontribusi kapan pun dibutuhkan, menunjukkan dedikasinya untuk olahraga nasional.







