Kalianda – Way Tebing Ceppa adalah contoh nyata bagaimana partisipasi masyarakat dapat mendorong pengembangan wisata berbasis alam. Terletak di Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, lokasi ini awalnya hanya berupa kolam kecil di bawah tebing, yang sering digunakan oleh warga untuk berenang dan bersantai.
Kolam dengan ukuran awal sekitar empat meter ini selalu menjadi tempat favorit bagi masyarakat setempat. Dengan latar belakang tebing dan pepohonan, suasana alami membuat tempat ini semakin menarik bagi mereka.
Transformasi Kolam Kecil Menjadi Destinasi Wisata
Melihat potensi tempat tersebut, warga akhirnya sepakat untuk merancang pengelolaan yang lebih terstruktur. Banyak yang merasa sayang jika keindahan alam tidak dikembangkan lebih lanjut. “Lingkungan sekeliling kolam yang alami, dengan hutan kecil dan kebun kakao, sangat berpotensi,” ujar Zunaidi, pengelola Way Tebing Ceppa.
Ketua Kelompok Sadar Wisata ini memimpin inisiatif pengembangan tempat tersebut. Tujuannya bukan untuk keuntungan pribadi, tetapi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Proses awal dimulai dengan pembersihan lahan. Hanya dalam waktu tiga hari, jumlah relawan terus bertambah, menunjukkan betapa tingginya antusiasme warga untuk berkontribusi.
Seiring dengan bertambahnya dukungan, pengelola mulai membangun kolam tambahan dengan kedalaman yang bervariasi, agar dapat digunakan oleh semua kalangan usia. Penambahan wahana seluncuran juga dilakukan guna menarik minat lebih banyak pengunjung, membuat kawasan ini semakin ramah keluarga.
Konsolidasi Sumber Daya dan Pengembangan Akses
Namun, pengembangan wisata tidak hanya terbatas pada penambahan fasilitas kolam dan wahana. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah akses jalan menuju lokasi. Jalur awal untuk mencapai kolam melewati lahan yang dimiliki warga, sehingga perlu koordinasi yang baik antar masyarakat.
Berbicara mengenai akses, Zunaidi menjelaskan pentingnya komunikasi dengan warga mengenai jalur yang dapat digunakan oleh pengunjung. Melalui musyawarah, seluruh warga sepakat untuk mendukung pembangunan jalur wisata ini, memperkuat kerja sama di antara mereka dan mempercepat proses pengembangan Way Tebing Ceppa.
Diharapkan, seiring dengan bertambahnya fasilitas, kebersihan, dan keamanan di lokasi wisata, pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung akan semakin nyaman. Tujuannya adalah menciptakan kesan positif sehingga pengunjung merasa betah dan ingin kembali lagi.
Dengan upaya kolektif dari masyarakat dan pengelola, Way Tebing Ceppa kini telah menjadi salah satu destinasi wisata yang layak dikunjungi. Ini bukan hanya tentang keberhasilan pengembangan wisata, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat bersatu untuk mencapai tujuan bersama. Pengelolaan yang baik dan keterlibatan semua pihak merupakan kunci keberhasilan dalam mengembangkan potensi wisata lokal.







