Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, baru-baru ini melakukan peninjauan di beberapa lokasi pemukiman yang terkena dampak banjir. Kegiatan ini dilakukan untuk menilai kerusakan yang terjadi dan segera mengambil langkah perbaikan yang diperlukan.
Banjir yang melanda pada 9 Januari 2026 ini disebabkan oleh hujan intens yang mengakibatkan sungai meluap. Salah satu lokasi yang paling parah terkena dampak adalah daerah Sukabumi, di mana rumah-rumah penduduk terendam air akibat curah hujan yang ekstrem.
Pencegahan Banjir Melalui Infrastruktur
Untuk mengatasi masalah banjir, Eva mengajak Dinas Pekerjaan Umum untuk menyusun rencana strategis. Salah satu solusi yang akan diterapkan adalah peninggian talud sungai di kawasan rawan banjir. Langkah ini diharapkan dapat menampung debit air yang meningkat sehingga tidak merendam pemukiman warga.
Melalui upaya ini, pemerintah berharap dampak buruk dari banjir dapat diminimalkan. Data menunjukkan bahwa inisiatif serupa di daerah lain berhasil mengurangi volume air yang memasuki permukiman. Ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang baik sangat penting dalam memitigasi risiko bencana alam.
Peran Masyarakat dalam Mengatasi Masalah Banjir
Namun, Eva menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Ia mengingatkan bahwa perilaku masyarakat juga berperan besar dalam masalah ini. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah tumpukan sampah yang menghambat aliran air di sungai. Sampah yang dibuang sembarangan menjadi berkontribusi terhadap banjir.
Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan. Eva mengajak warga untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam aliran sungai. Harapannya, dengan menjaga kebersihan lingkungan, risiko banjir dapat berkurang secara signifikan.
Kesadaran masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan aman. Dengan memperhatikan keseimbangan antara pembangunan fisik dan perilaku masyarakat, pemerintah yakin bahwa langkah-langkah ini dapat meminimalkan risiko banjir di masa mendatang. Melalui usaha bersama, Bandar Lampung dapat menjadi kota yang lebih siap menghadapi bencana alam.







