Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, hasil imbang menjadi hal yang tidak terhindarkan dalam pertemuan antara Persik Kediri dan PSIM Yogyakarta. Pertandingan di Stadion Gelora Joko Samudro pada hari Jumat, 13 Februari 2026, menyuguhkan drama dengan skor akhir 2-2. Meski kedua tim saling berjuang keras, satu poin menjadi hasil akhir yang harus diterima oleh masing-masing tim.
Ketidakpastian semakin terasa karena laga ini berlangsung di tempat netral dan tanpa penonton akibat masalah izin keamanan di Stadion Brawijaya. Namun, meski dalam situasi yang tidak ideal, kedua tim menunjukkan kualitas permainan yang mengesankan.
Babak Pertama: Gencarnya Serangan Awal
Memasuki pertandingan, Persik Kediri langsung mengambil inisiatif dan berhasil mencetak gol pertama pada menit ke-31. Gol tersebut diciptakan oleh Jon Toral, gelandang kreatif yang tepat memanfaatkan umpan dari Ernesto Gomez. Keunggulan 1-0 membawa semangat baru bagi para pemain Persik, memungkinkan mereka untuk mempercepat tempo permainan.
Namun, keunggulan ini tidak bertahan lama. PSIM Yogyakarta, yang tak ingin menyerah, berhasil menyamakan kedudukan beberapa menit kemudian. Pada menit ke-37, kiper Cahya Supriadi melakukan tendangan gawang yang belum mampu diantisipasi oleh lini belakang Persik. Ezequiel Vidal yang cerdik berhasil menghindari jebakan offside dan mengeksekusi bola dengan sempurna ke gawang Leonardo Navacchio, membuat skor menjadi 1-1 dan menjaga harapan kedua tim tetap hidup.
Babak Kedua: Ketegangan di Setiap Detik
Memasuki babak kedua, tekanan semakin intens. Persik kembali memimpin lagi setelah Ezra Walian berhasil mengeksekusi penalti dengan baik pada menit ke-57, membuat skor menjadi 2-1. Para pendukung berharap keunggulan ini bisa dipertahankan hingga akhir pertandingan.
Namun, PSIM Yogyakarta tidak tinggal diam dan terus mengancam pertahanan lawan. Dalam momen strategis di menit ke-62, Ezequiel Vidal kembali menunjukkan keahliannya dengan mencetak gol keduanya, yang kini menjadi brace, berkat asist cemerlang dari Raka Cahyana. Tandukannya membawa timnya kembali ke jalur persaingan dengan skor 2-2.
Di sisa waktu, kedua tim berjuang keras untuk meraih kemenangan. Peluang demi peluang diciptakan, namun ketidakberuntungan menghampiri Persik ketika Enrique Putra hampir mencetak gol. Aksinya hanya melenceng tipis dari gawang pada menit ke-78. Dalam momen-momen kunci seperti ini, ketegangan semakin meninggi hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, mengakhiri laga dengan skor imbang 2-2.
Peringkat Klasemen Sementara dan Dampaknya
Setelah hasil imbang ini, posisi kedua tim di klasemen BRI Super League 2025/2026 tidak mengalami perubahan yang signifikan. PSIM Yogyakarta tetap bertahan di peringkat ke-7, kini dengan 32 poin hasil dari 21 pertandingan, sementara Persik Kediri terjebak di posisi ke-11 dengan total 26 poin. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun bermain imbang, kedua tim masih memiliki tantangan untuk mendaki lebih tinggi di klasemen.
Bagi PSIM, hasil imbang ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan yang sudah berlangsung dalam empat pertandingan terakhir, sementara bagi Persik, pencapaian satu poin ini memberikan mereka sedikit harapan untuk bisa merangsek lebih dekat dengan sepuluh besar. Dinamika pertandingan ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, setiap poin sangat berharga dan dapat menentukan nasib tim di sisa kompetisi.
Susunan Pemain:
Persik Kediri (4-3-3): Leonardo Navacchio; Agil Munawar, Anderson Nascimento, Hamra Hehanussa, Yusuf Meilana; Imanol Garcia, Jon Toral, Adrian Luna; Ezra Walian, Ernesto Gomez, Enrique Putra.
PSIM Yogyakarta (4-2-3-1): Cahya Supriadi; Raka Cahyana, Jop van der Avert, Rahmatshoh Rahmatzoda, Samuel Christianson; Adittia Gigis, Ze Valente; Deri Corfe, Ezequiel Vidal, Irfan; Arya Gerryan.






