Ujian kemampuan akademik (TKA) untuk tingkat SMA dan SMK akan dilaksanakan di Lampung mulai 3 November 2025. Program ini bertujuan untuk memetakan kompetensi akademik siswa di seluruh Indonesia. Penyelenggara telah memastikan bahwa ujian akan berlangsung dalam tiga gelombang utama dan satu gelombang khusus, sangat penting untuk semua peserta yang terdaftar.
Statistik menunjukkan bahwa 93.383 siswa telah terdaftar untuk mengikuti TKA tahun ini. Dengan jumlah peserta yang signifikan ini, persiapan yang matang dari setiap sekolah sangatlah krusial untuk kesuksesan acara ini. Pertanyaannya, bagaimana masing-masing sekolah bersiap dan apa yang dapat diharapkan dari proses ujian ini?
Rincian dan Jadwal Pelaksanaan TKA
Jadwal untuk pelaksanaan TKA di Lampung sudah ditetapkan dengan rinci. TKA akan berlangsung dari 3 sampai 9 November 2025, dengan pelaksanaan dibagi ke dalam tiga gelombang utama serta satu gelombang tambahan untuk peserta dari jalur pendidikan nonformal. Kegiatan ini merangkumi sejumlah persiapan, termasuk pengujian yang akan berlangsung berbasis komputer atau CAT.
Rencana pelaksanaan ini mencakup pendaftaran peserta yang telah berlangsung dari 24 Agustus hingga 4 Oktober 2025. Selain itu, sinkronisasi data pusat juga akan dilakukan pada 1-2 November 2025. Penjadwalan ini memberikan gambaran jelas bagi peserta dan sekolah mengenai tahapan yang harus dilalui.
Persiapan dan Partisipasi Sekolah
Lebih dari 107.000 siswa dari SMA dan SMK tercatat di Lampung. Namun, tidak semua sekolah mendaftar untuk ikut serta dalam ujian ini. Dari total tersebut, sekitar 93.383 siswa resmi terdaftar sebagai peserta ujian, sementara sekitar 13.983 siswa dari SMA dan SMK memilih untuk tidak ikut. Hal ini terjadi karena sekolah-sekolah tersebut menganggap ujian ini bukanlah keharusan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan bahwa banyak sekolah tidak mendaftar untuk mengikuti TKA ini karena memandangnya sebagai kegiatan tidak wajib. Padahal, penting bagi siswa untuk mendapatkan pemetaan kompetensi yang dapat membentuk masa depan mereka. Terlepas dari keputusan sekolah, pelaksanaan ujian ini tetap diharapkan berjalan lancar dan terencana dengan baik.
Pemerintah daerah pun menegaskan bahwa ujian TKA bertujuan untuk mengukur capaian akademik siswa, dan bukan sebagai syarat untuk kelulusan. Hal ini memberikan kepastian bagi siswa dalam mengikuti ujian tanpa merasa tertekan atau terbebani.







